Sekilas Format Image dan Video

Sekilat tentang JPEG, MPEG-1, MPEG-2 serta Format Image yang Baik Untuk Membuat Template Web Site

1. Pendahuluan

Sejalan dengan berkembangnya teknologi multimedia, bermunculan format file gambar ataupun video antara lain JPEG buat format file gambar serta MPEG-1 dan MPEG-2 buat file video dan audio. Apakah pengertian file berformat JPEG serta file video berformat MPEG-1 dan MPEG-2 itu?. Berdasarkan hal tersebut lah penulis mencoba membuat makalah ini yang menjelaskan sekilas tentang pengertian tersebut. Disamping itu pula berdasarkan pengalaman penulis dalam membikin sebuah halaman website penulis ingin membagi pendapatnya mengenai format gambar yang baik untuk digunakan dalam pembuatan website.

2. ISI

2.1 Pengertian JPEG, MPEG-1, MPEG-2

JPEG adalah metode standar yang digunakan dalam pengkompresian untuk photograpics images. JPEG singkatan dari Join Photographics Expert Group sebuah kelompok yang membikin standar pengkompresian tersebut. JPEG di buat untuk loosy compression images. Umumnya file file yang berformat JPEG mengunakan extensi .jpeg, .jpg, .jpe, .jfif, jif. Selain itu JPEG juga mampu memberikan warna dengan kedalaman 24 Bits atau setara dengan 16 juta warna. JPEG tidak ditujukan dalam urusan file audio.

MPEG adalah singkatan dari Moving Picture Expert Group yang digunakan sebagai standar pengkodean citra bergerak. MPEG dikembangkan oleh sebuah group yang bernama Motion Picture Expert Group.

MPEG-1 merupakan salah satu dari format standar MPEG yang digunakan dalam pengompresan suara dan gambar dalam video CD. MPEG-1 juga mendukung format audio yang biasa kita ketahui dengan ekstensi mp1, mp2 dan mp3. MPEG-1 didesain dengan tujuan untuk kompresi dan penyimpanan program-program video (1,5 Mbps). Salah satu aplikasinya adalah untuk komputer desktop dengan CD-ROM video (aplikasi-aplikasi video interaktif yang disimpan), namun ia juga digunakan dalam sistem-sistem broadcast satelit digital permulaan.

MPEG-2 penggunaannya ditujukan pada transmisi-transmisi TV dan aplikasi-aplikasi lainnya yang memiliki kemampuan sampai 6 Mbps.

Sementara itu, yang lebih maju lagi yakni MPEG-4 untuk penyandian laju bit yang sangat rendah dijadwalkan tersedia dalam bentuk draft di tahun 1997 ini. MPEG-4 lebih mengacu pada bahasa komunikasi umum untuk mendeskripsikan peralatan-peralatan (tool), algoritma-algoritma, dan profil-profil yang dibutuhkan untuk penyandian obyek-obyek, ketimbang masalah penstandarisasian sebuah algoritma penyandian.

2.2 Format Gambar yang Baik untuk Membuat Template Website

Dalam setiap proses pembuatan template untuk website , terkadang kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk memilih mana yang akan memberikan hasil terbaik. Salah satu diantaranya tentang penggunaan gambar yang notabene akan membuat website tampil lebih menarik. Disatu sisi kita menginginkan penggunaan desain grafis yang bagus, menarik, dan unik. Namun disisi yang lain, secara otomatis keinginan tersebut akan membuat ukuran file website relatif menjadi lebih besar dan banyak, yang tentunya akan membuat website di load lebih lama pada browser. Membuat sebuah website yang bagus dan unik, namun tidak berat dalam proses loading nya menjadi sebuah keharusan.

Memilih dan menggunakan format file gambar yang tepat pada desain template website merupakan sebuah hal yang mutlak dilakukan. Kesalahan dalam memilih format akan sangat berpengaruh terhadap kualitas yang ingin dihasilkan. Sepengetahuan saya format file yang umumnya digunakan dalam pembuatan grafis website adalah GIF, JPEG, dan PNG.

Format GIF (Graphic Interchange Format) merupakan format file yang paling banyak disarankan dan digunakan. Kelebihan Format ini antara lain adalah :

  • ukuran file yang dihasilkan relatif kecil
  • mampu menggabungkan beberapa gambar menjadi satu kesatuan dan menampilkannya secara bergantian (animasi)
  • warna latar belakang dapat dibuat transparan dan
  • adanya teknologi interlacing yang akan membuat sebuah file di load secara utuh dengan kualitas yang ditampilkan secara bertahap.

Hal-hal inilah yang dijadikan pertimbangan bagi para web designer menggunakan file berformat GIF pada template websitenya. Hanya saja keterbatasan warna yang dihasilkan dari GIF membuat beberapa hasil desain menjadi kurang bagus. Hal ini ternyata disebabkan komposisi warna yang dikandung GIF terbatas, dimana GIF hanya mampu menampilkan gambar 8 Bit atau sebanyak 256 warna, sehingga penggunaan pada image yang memiliki komposisi warna yang kompleks (seperti foto) akan menghasilkan kualitas yang buruk karena mengalami pengurangan jumlah warna.

Format JPEG (Joint Photographic Expert Group) adalah salah satu alternatif selanjutnya yang dapat kita pakai untuk memperoleh sebuah hasil yang memuaskan. Kelebihan dari format JPEG (baca jey-peg) adalah,

  • dukungan warna yang lebih dari 16 juta atau 24 bit, sehingga hasil yang maksimal dari sebuah gambar dapat diperoleh
  • fitur kompresi kualitas gambar yang ditawarkan membuat saya dapat memilih besar kecilnya file gambar yang akan dihasilkan nantinya dan
  • tersedianya fitur Progressive JPEG, yang mirip seperti interlacing pada GIF.

Dengan adanya kelebihan ini, tidak sedikit para web designer yang berpindah dari menggunakan file GIF ke JPEG, walaupun dengan resiko dimana kemampuan untuk menghasilkan sebuah gambar animasi serta warna yang transparan tidak akan diperoleh dari format ini. Oleh sebab itu tidak sedikit dari web designer yang menggabungkan ke dua file tersebut antara JPEG dan GIF untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Format PNG (Portable Network Graphic), Adapun beberapa kelebihan dari format adalah,

  • punya semua kelebihan GIF, kecuali animasi
  • fitur Interlacing 2 dimensi yang terbukti lebih baik jika dibandingkan dengan interlacing milik GIF
  • tersedianya 2 format file yaitu PNG8 (256 warna) dan PNG24 yang membuat desainer dapat lebih leluasa memilih kualitas gambar dan
  • teknik kompresi lossless yang digunakan akan menghasilkan ukuran file yang kecil dengan tidak mengalami penurunan kualitas gambar, bandingkan dengan JPEG yang menggunakan teknik kompresi lossy yang dipastikan akan membuat kualitas gambar menurun.

Dilihat dari kelebihan tersebut emang sangat tepat jika seorang web designer menggunakan file berformat PNG sebagai template web nya. Namun pilihan untuk menggunakan format gambar apa aja yang baik dalam proses pembuatan website tergantung anda.

3. Kesimpulan

Dari penjelasan singkat diatas, dapat kita ketahui bahwa JPEG merupakan format untuk file images, sedangkan MPEG-1 dan MPEG-2 merupakan format file untuka audio dan video. Berdasarkan pengalaman singkat penulis dalam membuat website, terdapat 3 jenis format file images yang biasa digunakan dalam pembuatan template website yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.

, , , ,

  1. #1 by bakazero on July 29, 2007 - 11:55 am

    keren… tp panjang banget yaks? hehe
    yang pernah kubaca sih ini…

    1. sebaiknya kita pake format image .gif kalo ukuran gambar kecil atau memiliki perbedaan warna yang sedikit. misal pengen buat gradasi antara dua-tiga warna. Bisa transparant lagi…
    2. sebaiknya kita pake format image .jpeg untuk gambar yang berwarna kompleks.
    3. pengennya sih saya pake format .png untuk setiap gambar, karena dah keren banget kompresinya dan bisa transparant, tapi berhubung IExplorer standar instalan dari winXP masih kacrut lom bisa nanganin transparantnya .png (klo mozilla bisa donk…), jadi lom mau make dulu dah. Contoh penggunaan keren dari .png ada di http://beryl-project.org/ . Effect transparant-nya pas banget. Baru tau juga .png bisa ada opacitynya kayak gitu…

  1. Konsep Dasar Image « Kuliah Kode

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: